koleksi_2

July 16th, 2008 by didaluvimut

Satu tahun sudah kita bersama. Kisah kita mengalir bagai air sungai yang jernih. Banyak suka, banyak pula duka. Namun cinta kita tetap suci. Bahkan di Sahara sekalipun, cinta kita selalu menyegarkan, sesegar air Nil yang jernih.

Kisah kita setahun kemarin, merupakan ratusan kisah suci kita. Namun, masih ada berjuta-juta kisah suci di tahun-tahun berikutnya bagi kita. Yakinlah bahwa cinta kita adalah kisah suci yang tiada akhirnya.

Lalu ada tiga hal yang kusampaikan :

Pertama, maafkan atas segala kesalahanku

Kedua, terima kasih atas segala kisah yang kita lalui bersama

Ketiga, AKU MENCINTAIMU.

(26.11.02_dedicated to: MA for the 27.11.03)

PERTAMA KALI

Inilah pertama kali aku, dalam hidupku.

Ingin mengakhiri kisah.

Aku telah kalah

Aku lah tiada pula daya

Yang dulu, selalu

Masih terlintas di hati

Ruang hati masih untuk Cinta

Yang pertama ini, ialah untuk kebaikan.

(07.04.04_dedicated to: LW, I’m sorry)

koleksi

March 27th, 2008 by didaluvimut

Yang
aku lakukan bukanlah mendekati dengan tekun atau mengakrabkan mata,
telinga bibir aku dan kamu, atau apalah semacam itu. Tapi memberikan
kebebasan kepada sebuah cinta untuk dia terangi hati aku dan hati
kamu. Pun aku berikan kebebasan kepadanya untuk mempertemukan jiwa
aku dan jiwa kamu. Dan jika sebuah cinta berkenan, dia akan merasuki
ke salam aku dan kamu agar kita saling menyayangi dan mencintai
dengan nama Sepasang Kekasih.

(081005)

Apa
yang kamu miliki dalam hatimu?

Apa
yang kamu sembunyikan dalam hatimu yang terkunci?

Benar!
Taburkanlah terus benih-benih duka untukku dengan semua
ketidakacuhanmu. Karena, semakin dalam duka yang kurasakan, semakin
luaslah padang kebahagiaan dalam hatiku. Padang kebahagiaan yang
ditumbuhi cinta hanya untukmu.

Sebuah
pemberian dari dalam diriku sendiri, karena aku sungguh-sungguh
memberi dari diriku sendiri.

(……..)

Coba
bayangkan apa yang kau rasakan saat kau kalut, disaat kau dikuatkan
seorang sobat.

Saat
kau patah hati, saat dia menghiburmu.

Saat
kau cinta mati, saat dia mencintai kekasihmu.

Saat
kau bermimpi, saat mereka mengalunkan nada cinta.

(200405_FA&EA)

Cinta
sejati bukan apa yang ada di depan kedua matamu. Dia adalah rahasia
kesucian hati, yang dibentengi ribuan keindahan dan jutaan kepedihan.
Disanalah, di sebuah akhir…, kamu bisa menemukan satu petunjuk yang
bisa mengantarmu menemukan sebuah makna…?

(010706)

Berbahagia
di atas segala keterpurukan, kepedihan dan kesepian adalah kekuatan
menggapai cinta keabadian. Melangkah pasti temukan arti ketulusan
cinta.

(……..)

Alhamdulillah…,benarlah
mereka yang berkediaman di dalam hati ini adalah mereka yang terhebat
dalam hidup.

Bahagia.

Hanya
itu yang bisa terpancar, walau sebenarnya lebih dari sekedar bahagia,

bahkan
lebih dari sekedar makna.

Sahabat-sahabatku
yang hebat, terima kasih. Maaf, aku hanya seperti ini.

Tak
pernah sehebat kalian.

(suatu
dimensi waktu yg tak berawal&berujung)

Tiga
tahun, lama juga aku memperhatikan kamu. Selama itu pula aku
mencintai kamu tanpa seorang pun tahu selain aku sendiri. Cuma kamu
yang bisa dan selalu membangunkan semangat hidupku. Sekarang, kamu
telah pilih pandampingmu, dan aku pun begitu. Jika satu saat takdir
pertemukan kita sebagai jodoh, niscaya aku pasti menjagamu,
mencintaime apa adanya,seutuhnya.

(Mei
‘06_WF)

TATKALA
RINDU.

Langit
biru menuntun kedua matamu menikmati keindahannya.

Di
sana dia lukiskan awan membentuk wajahku. Di sana kamu melihat adaku
dengan mata hatimu.

Lalu
halnya dengan malam mu?

Ialah
warna biru langit-langit kamarmu yang sejukkan kedua matamu.

Di
sana sebuah pelita terangi wajahku yang bisa kamu nikmati dengan mata
hati kamu.

Tatkala
rindu warnai kebosanan kamu akan sepi, sementara ragaku tiada ada di
sisi kamu.

Saat
itu juga aku hadir bersama rindumu.

(110106_D’2L)

Kita
tak pernah mencintai seseorang, hingga saat kita memberi kesempatan
pada cinta untuk mendampingkan dua hati yang saling menyayangi… dan
cinta bukanlah suatu kesepakatan semata.

(161207)

Mungkin
aku bisa hidup tanpa dia.

Karena
memang aku hidup dari nafasku sendiri,

nafas
dari hidungku sendiri,

bukan
dari hidungnya.

Mungkin
aku tidak pernah hidup dalam hatinya.

Tapi
hatiku selalu berharap dia sudi untuk hidup di dalamnya.

Dia
yang menyapaku disaat aku ini dibutuhkan!

(……..)

Saat
bibirku lemah tak mampu ku bicara, itu karena pesonanya.

Yang
hadirkan kegembiraan dan kepedihan disaat yang bersamaan,

yang
tak sempat untuk kupikirkan.

Karena
tak perlu bagi hatiku berpikir untuk mencintai.

Dan
saat bibirku lemah tak mampu ku bicara,

apa.,
atau siapa., yang mewakilkan?

Siapa
yang mewakilkan jika harus aku yang mengungkapnya?

Suatu
saat pasti,

hatiku
‘kan menuntunmu, bibirku.

Hatiku
‘kan menuntunmu, otakku.

Karena
cinta tak pernah bisa dibohongi. Walaupun cinta itu buta, walaupun
cinta itu tak mendengar.

(………)

Aku
tau, mungkin sekarang aku tak boleh mencintai kamu.,karena sekarang,
kamu telah ada yang memiliki.

Tapi
apa arti cinta ini tanpa hasrat untuk saling memiliki? Bagaimana
cinta ini kuperjuangkan tanpa hasrat itu!? Dan apakah aku akan masih
disebut egois karena hasrat itu?

Jadi,
biarkan saja semua pengorbanan yang akan menjawab. Karena cinta itu
suci,.. karena jodoh itu Rahasia Allah,.. karena datangnya dari hati…

Rasakan,..
betapa dekatnya kita dengan cinta. Maka tersenyumlah.

(110308)

August 28th, 2007 by didaluvimut

Pernah pada suatu malam, aku terjaga hingga kusadari sang kelam telah memeluk bumiku dengan segala keangkuhannya yang dingin, menusuk. Pikirku menerawang, melayang jauh bersama semua angan, tak dapat ku meraihnya. Mata ini,..meski kurasa berat, seperti lebam yang teramat, tetap tak dapat kucoba tuk sedikit memejamnya. Entah kusengaja atau tidak, seorang wanita, dengan segala keanggunannya, dengan kecantikannya. Dia telah hadir dalam hidupku dan menjadi yang pemimpin dalam setiap pikir dan anganku. Lalu pagi pun menyapaku. sang mentari, dengan gagah dan hangat menyadarkanku dari ketertiduran yang sesaat. Tersenyum ku menyambut pagi, kudapati, kusadari, aku jatuh cinta pada seorang wanita. Betapa indah semua ini bagiku. (NT)

PROGRESI yang STAGNANT

July 17th, 2007 by didaluvimut

PROGRESI yg STAGNANT

Tiada yang bisa dipuji untuk langkah-langkah muda ku dalam setahun yang terlewati ini.tiada result yang patut dibanggakan!!!

Tak Satu pun orang yang bisa kubuat bangga dengan apa yang telah kulakukan..,, KOSONG!!!

Tak ada rasa syukur dalam satu tahun kehidupan ku ini..T_T

Sementara aku pun tak ingin ada penyesalan. Aku pun ingin,……ada cambuk penghukum untuk segala stagnasi yang kualami..,aku pun ingin penyulut progresi agar ku bisa berlari lagi untuk hidup…

Aku yakin aku masih berdiri..!!!!!!!!!!!!!aku tidak akan berjalan lagi,..!!!aku tidak boleh jatuh lagi..!!aku tidak boleh takut jatuh untuk melompat!!

18/07/07…00:33